Resensi novel Rindu karya tere liye

 


            Detail buku:
o Judul: Rindu
o Genre: Sejarah, Fiksi, dan Fantasi
o Penulis: Tere Liye
o Bahasa: Indonesia
o Penerbit: Republika
o Tahun Terbit: 19 September 2014
o Jumlah Halaman: 544 halaman
o Berat Buku: 0.50 Kg
o Lebar Buku: 14 Cm
o Panjang Buku: 21 Cm
o ISBN: 9786028997904

Deskripsi Buku:
Apalah arti memiliki? Ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami. Apalah arti kehilangan, Ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan, dan sebaliknya, kehilangan banyak pula saat menemukan? Apalah arti cinta, Ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah? Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yang seharusnya suci dan tidak menuntut apa pun? Wahai, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan? Dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu? Hingga rindu dan melupkan jaraknya setipis benang saja.” Ini adalah kisah tentang masa lalu yang memilukan. Tentang kebencian kepada seseorang yang seharusnya disayangi. Tentang kehilangan kekasih hati. Tentang cinta sejati. Tentang kemunafikan. Lima kisah dalam sebuah perjalanan panjang kerinduan. Selamat membaca.
Tokoh dan karakter:

Daeng Andipati, merupakan tokoh utama dari buku ini merupakan seorang pedagang muda kaya raya dari kota Makassar. Namun walaupun sosok Daeng Andipati dikenal sebagai sosok yang berkarismatik, terpandang, juga dekat dengan orang-orang belanda, Daeng Andipati memiliki kepribadian yang baik hati dan juga pintar, merupakan salah satu penumpang dari kapal Blitar Holland. Membawa keluarga kecilnya yaitu istri, kedua anak dan juga satu orang pembantu. Namun dibalik tokoh dan karakter yang baik tersebut ia memiliki sesuatu yang disembunyikan di dada dirinya, yaitu kebencian akan ayahnya sehingga membuat kehidupan Daeng ANdipati menjadi tidak bahagia dan tidak berarti.
Istri Daeng Andipati, merupakan sosok istri yang cantik dan juga soleha
Anak dari Daeng Andipati Anna & Elsa, merupakan dua gadis kecil yang memiliki karakter yang periang, polos dan juga menggemaskan, juga memiliki keahlian jago mengaji. Dimana Anna merupakan guru ngaji kecil dari Ambon Uleng. Tere Liye membuat porsi cerita mereka banyak dengan tujuan mengingatkan kita jika tokoh anak-anak disini merupakan tokoh penting yang tidak terlepas dalam kehidupan kita.
Gurutta, merupakan tokoh dengan nama lengkap Ahmad Karaeng, seorang ulama yang memiliki karakter rendah hati, terbuka, dicintai oleh banyak orang, berilmu, eradap, hampir sempurna. Karakter Gurutta ini membuat dirinya akrab dengan orang-orang yang berada dalam kapal Blitar Holland seperti chef Lars, Ruben si Boatswain, Anna dan Elsa, serta sosok yang terlibat penting dalam urusan-urusan selama di kapal bersama kapten Phillips. Namun dibalik karakter yang “hampir sempurna” ini Gurutta juga memiliki hal yang dirahasiakan sehingga mengganggu batinnya.
Ambon Uleng, merupakan tokoh yang memiliki karakter seseorang yang dapat dijadikan teladan dimana ia memiliki kemauan dan niat untuk belajar salah satunya adalah mengaji yang dimana Ambon belajar melalui Anna anak dari Daeng Andipati yang merupakan gadis yang masih kecil. Serta tokoh Ambon Uleng ini merupakan seseorang selalu memberikan jawaban. Ambon Uleng juga memiliki kepribadian yang pendiam dan suka untuk berdiam diri menatap jendela ke arah luar kabin
Bonda Upe, merupakan tokoh guru yang mengajarkan anak-anak Kapal Blitar Hilland mengaji, Bonda Ape merupakan warga keturuna china dan menganut agama muslim. Karakter dari Bonda Upe memiliki sesuatu yang tependam dalam dirinya yang dapat dirasakan oleh kita pembacanya.
bah kakung & Mbah Putri, merupakan tokoh Pasangan suami istri sepuh dari kota semarang merupakan pasangan yang paling tua yang ada di kapal Britar Holland, walaupun merupakan pasangan yang sudah tua mbah kakung dan mbah putri merupakan pasangan yang romantis. Namun dengan tidak terlepas dari hal-hal baik dari pasangan ini, pasangan ini juga memiliki beberapa hal yang akan membuat dada kita pembacanya menjadi sesak akan perjalanan cinta mereka dan merupakan salah satu pertanyaan besar dalam isi buku ini.
Dan juga tokoh lainnya yaitu suami Bonda Upe, Kapten Phillips, Anak dari Mbah Kakung dan Mbah Putri, Pak Mangoenkusumo, Ruben Si Bostwain, Enlai, Dale, Chef Lars, dan juga Serdadu Belanda.
Kelebihan:
Buku ke-20 karya penulis Tere Liye ini merupakan buku yang memiliki beberapa kelebih sebagai berikut,
-penulis yaitu Tere Liye mengemas cerita ini dengan baik sehingga mudah untuk dipahami oleh kita pembacanya, penulis menghilangkan jenuh kita para pembacanya dengan melakukan pembolak balikan emosi yang tidak menentu naik turunnya. Serta alur cerita dalam buku ini saling berkesinambungan sehingga tidak membuat kita pembacanya menjadi bingung dan menjadi pusing.
-Banyaknya ilmu pengetahuan yang ditulis oleh Tere sangat berbagai macam serta dikemas sedemikian rupa sehingga membuat kita pembacanya mudah kita tangkap dan mengerti.
-Meskipun alur dalam buku ini merupakan mundur, Tere mengemasnya dengan baik sehingga dialog dan membawa kita pembacanya ke rasa penasaran sehingga emosi kita dipermainkan.
Kekurangan:
Selain kelebihan yang ada dalam buku ini, diingat tidak ada yang sempurna didunia ini dimana adanya beberapa kekurangan yang dimiliki buku “Rindu” karya Tere Liye ini ada pada,
-dalam buku ini ada beberapa istilah-istilah dalam bahasa Belanda yang membuat kita pembacanya yang tidak paham menjadi bingung akan maksud kata-kata tersebut
-sampul buku yang kurang menarik sehingga banyak banyak dari mereka yang hanya melihat dari cover buku atau yang merupakan pembaca yang memiliki kriteria buku yang dibaca memiliki visual menarik menjadi tidak tertarik padahal dibandingkan dengan isinya buku ini tidak ada bandingannya sama sekali, dimana buku ini sangat menarik, unik karena berbeda dengan yang lain, dan juga fresh.
Kesimpulan:
buku ke dua puluh karya Tere Liye ini dengan judul “RIndu” buku yang unik tidak biasa dan dalam dunia perbukuan indonesia belum pernah ada sebelumnya. Dimana latar belakang zaman lampau sehingga memiliki kesan tersendiri serta cerita ini ada di kota Surabaya tahun 1938 yang menceritakan perjalanan kapal Blitar Holland yang berlayar selama berbulan-bulan lamanya melewati kota Makassar, Surabaya, Semarang, Batavia, Lampung, Bekulu, Padang, dan juga Aceh dan singgah di negara Belanda di Kolombo, Jeddah dan Rotterdam. Hal-hal tersebut menjadi semakin menarik karena hal tersebut dan menjadikan buku ini bernuansa baru dan segar.
Serta mengajarkan kita pembacanya mengenai sejarah nusantara serta banyaknya pertanyaan seputar masa lalu, takdir, kemunafikan, kebencian, dan cinta yang ada di buku ini. Banyaknya hal-hal seperti ilmu pengetahuan, nilai-nilai keagamaan yang dapat kita pelajari dan bermanfaat dalam buku yang ditulis oleh Tere Liye
Buku Rindu kary Tere Liye ini akan cocok menjadi teman santai bagi kita pembacanya, berlaku untuk kalangan remaja dan dewasa. Selain cocok menjadi teman santai buku karya Tere ini juga bersifat mendidik karena mengandung banyaknya ilmu pengetahuan yang akan kita temui di dalamnya serta dedikasi seorang guru yang akan menjadi seoran guru dimanapun tempat ia berada. Dan juga buku ini akan memberikan pembelajaran mengenai kehidupan lebih dalam dan memberikan pembelajaran tentang masa lalu yang memilkukan serta hal-hal yang sangat dekat dengan kehidupan kita yaitu tenantang kebencian kepada seseorang yang sehrusnya kita sayangi, kehilangan, kemunafikan dan juga cinta sejati.
Nah, itulah review buku “Rindu” yang ditulis oleh Tere Liye mengenai novel bertemakan sejarah, fiksi dan juga fantasi. Seperti yang dapat di lihat, terdapat berbagai poin-poin dari novel “Rindu” dan juga kesimpulan dari alur cerita penumpang-penumpang serta serdadu Belanda di kapal uap Blitar Holland yang akan menceritakan masing-masing tokoh penumpang serta Akan menceritakan mengenai sejarah nusantara, serta banyak tokoh dan juga kisah yang pertanyaan seputar masa lalu, takdir, kemunafikan, kebencian, kehilangan dan juga cinta.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak